Apa Itu Devisa? Pengertian Dan Pembahasanya

Apa Itu Devisa? Pengertian Dan Pembahasanya

Sumber Gambar : Bisnis.com

Pernah mendengar kata Devisa? Saya yakin bagi sebagian orang terutama yang bergelut di dunia ekonomi, tidak asing dengan hal ini. Sebenarnya, apa sih Devisa itu? Berikut penjelasanya.

Ilustrasi Devisa Negara
Sumber Gambar :

Devisa dapat diartikan sebagai Valas (Valuta Asing) yang digunakan sebagai alat pembayaran luar negeri, serta diterima oleh dunia internasional. Dalam hal ini, Devisa diawasi oleh Bank Central.
Singkatnya, Devisa bisa diartikan sebagai tabungan suatu negara untuk membiayai berbagai keperluan.

Bentuk Devisa sendiri terbagi dua jenis. Yakni Devisa Kartal (Uang Logam & Kertas) serta Devisa Giral (Cek, Emas, dll).
Dari segi Devisa Kartal, ada delapan mata uang yang diakui dunia Internasional sebagai Valuta Asing. Yakni :
1. Dollar (Amerika)
2. Yen
3. Euro
4. Poundsterling
5. Deutchmark
6. Frence (Perancis)
7. Dollar (Kanada)
8. Frence (Swis)

Secara umum Devisa terbagi menjadi dua jenis. Yakni Devisa Umum yang didapat dari kegiatan ekspor barang dan jasa. Serta Devisa Kredit yang diperoleh dari pinjaman luar negeri.
Selain dari sumber diatas, devisa juga diperoleh dari berbagai sektor. Seperti :

1. Ekspor Barang

Ekspor adalah proses penjualan barang dari dalam ke luar negeri. Banyak pihak terlibat dalam hal ini. Indonesia sendiri termasuk eksportir terbaik. Kegiatan ekspor barang banyak membantu dalam hal meningkatkan Devisa sebuah negara.

2. Perdagangan Jasa

Selain dari ekspor barang, Devisa juga dihasilkan dari perdagangan jasa. Contoh perdagangan jasa sendiri, seperti tenaga ahli, penyewaan kapal, dll.

3. Sektor Pariwisata

Sektor pariwisata juga sangat berpengaruh dalam hal meningkatkan devisa. Seperti halnya pantai Kuta di Bali, yang menyedot banyak wisatawan untuk berkunjung, baik domestik maupun asing. Tentu saja hal ini membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar, dan Devisa negara.
Kini pemerintah juga sedang berupaya menarik wisatawan terutama wisatawan asing, untuk berkunjung ke Indonesia.

4. Pinjaman Luar Negeri

Per 2017, hutang Indonesia terhadap negara asing sekitar 347,3 miliar dollar AS atau sekitar IDR Rp 4.636,455 triliun (Menurut Kompas.com). Pinjaman seperti ini diperlukan untuk membiayai berbagai sektor. Dari mulai untuk pembangunan infrastruktur, maupun pembiayaan import barang dan jasa. Pinjaman seperti ini akan menambah Devisa negara, meskipun tentu saja nantinya harus dikembalikan.

5. Tenaga Kerja Indonesia

Sumbangsih tenaga kerja Indonesia terhadap Devisa negara sangatlah besar. Sehingga, mereka mendapat gelar pahlawan Devisa. Sayangnya, tenaga kerja dari Indonesia kebanyakan bukan tergolong tenaga ahli. Artinya, mereka bekerja di luar negeri hanya sebagai sopir, ataupun asisten rumah tangga. Perlakuan terhadap mereka juga terkadang kurang manusiawi.

6. Hibah

Hibah atau sumbangan juga adalah sumber Devisa negara. Biasanya, hibah didapatkan dari para pengusaha ataupun perusahaan baik dalam ataupun luar negeri. Hibah itu sendiri cukup membantu dalam hal meningkatkan Devisa negara.

Jika sudah tahu sumbernya, lalu apa fungsi Devisa? Sudah pasti segala sesuatu mempunyai fungsi dan tujuan bukan?

1.Alat pembayaran cicilan utang negara

2. Alat pembayaran import barang

3. Alat pembiayan hubungan luar negeri

4. Sumber pendapatan negara

Selain berfungsi seperti dijelaskan diatas, Devisa juga memiliki manfaat diantaranya :

1. Membayar barang konsumsi yang masih diimport. Seperti import daging sapi, barang elektronik, dll.

2. Membayar barang modal

3. Membiayai tim olahraga & kesenian yang bertanding di luar negeri. Contohnya : Timas yang berlaga di SEA Games, dll.

4. Membiayai perjalanan dinas

5. Membiayai hubungan diplomatik

6. Membayar biaya pelayaran

Membiayai sumbangan. Contohnya : Sumbangan kemanusiaan ke Palestina, Myanmar (Rohingya), dll.

Oke sobat, cukup sekian postingan mengenai Devisa. Mohon maaf bila banyak kesalahan. Untuk artikel seputar pendidikan lainya, tetap pantengin blog SOGEMI.